Karir yang menghasilkan keuntungan yang banyak memang menjadi dambaan semua orang. Namun perjalanan menuju karir yang menguntungkan membutuhkan awal yang tepat. Inilah perjalanan edukasi dan karir ayah saya. ayah saya Lahir di Bandung pada tanggal 5 Maret 1964. Ayahnya adalah psikolog sekaligus tentara NKRI. Ibunya ialah dosen yang mendapat gelar professor. Ayah saya memiliki satu kakak dan tiga adik. Pada umur 3 tahun ia masuk Taman Kanak-Kanak yang bernama TK Palasari. 2 tahun belajar dan pada umur 5 ayah saya daftar di Sekolah Dasar Taruna Bakti. 6 tahun bersekolah di sana, lalu melanjutkan studinya ke Sekolah Menengah Pertama Negri 2 Bandung. Ketika di sana ia jarang memberatkan orang tuanya karena sering mendapatkan beasiswa karena kepintarannya.
Lanjut ke Sekolah Menengah Atas Negri 3 Bandung, yang ketika itu merupakan sekolah yang sangat unggul di Bandung. Pada tahun 1981 lulus dan mendaftar AFS, yaitu sebuah program yang dilaksanakan oleh banyak Negara. Dari beberapa ribu orang, diambil sekian puluh ia lolos dan pada tahun 1982 ia pun pergi ke Madras St Andrew di Skotlandia selama satu tahun. Membuatnya sangat fasih berbahasa inggris dan kenal dekat dengan komputer. Pulang ke Indonesia ia mendaftar di ITB. Ketika itu, teknik sipil merupakan fakultas yang paling susah ditebus. Ia mendaftar dan diterima. Namun, ia sendiri merasa dirinya lebih cocok di bidang komputer karena logika merupakan andalannya. Namun pada saat itu teknik informatika belum dibuka. Baru akan dibuka pada tahun berikutnya, dan ia hanya dapat pindah fakultas 2 tahun kemudian.
Seusai tes, ia melihat papan pengumuman beasiswa kuliah di luar negri yang digelar oleh perusahaan Unocal dan dibuka untuk seluruh siswa di Indonesia. Ia salah satu yang lolos dari 30 orang. Ia pun pergi ke Texas A&M dengan jurusan minatnya, yaitu Computer Science dengan pembelajaran minor Industry and Engineering. 2,5 tahun ia belajar di sana. Setelah itu terikat kontrak bekerja di Unocal.
Ia pun bekerja dari tahun 1988 sampai 1999. Ia menjadi manajer termuda Information System di umur 34 tahun.
Pada tahun 1999 pindah ke Jakarta, lalu melamar kerja di Price Waterhouse Coopers. Sekitar 3 tahun bekerja, lalu kantor Price Waterhouse Coopers dibeli IBM, ia pun sampai sekarang bekerja di IBM sebagai konsultan IT. Ia mendapatkan penghargaan konsultan yang sangat baik oleh IBM. Di Indonesia terdapat 3 orang yang mendapatkannya, salah satunya ayahku.
Itulah perjalanan hidup ayah saya, yang semoga saja dapat dijadikan inspirasi untuk selalu maju dan tidak takut untuk bermimpi.
0 komentar:
Posting Komentar