Firth of Fifth

Menurut KBBI, emosi adalah perasaan batin yang keras (timbul dari hati). Emosi orang dapat berubah-ubah bergantung pada internal dan eksternal orang itu sendiri. hmm, kata orang, musik itu mencerminkan emosi yang ada pada dirinya. Itu benar sekali. Namun, aku sendiri menyikapi musik sebagai pengendali emosiku di kala sedang marah, sedih, bahagia, kesal, dan segala bentuk emosi yang lainnya. Seakan tanpa musik, hidup ini tidak ada ritmiknya.
Fakta juga bahwa musik dapat menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan. Kapasitas otak yang sedemikian besar terbukti tidak dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh setiap manusia. Salah satu manfaat musik, agar otak kita seimbang. Jadi mari kita bermain musik!
Aku sendiri telah main musik sejak menginjak usia 5 tahun, saat aku masih tinggal di Balikpapan. Ibuku memanggil guru piano untuk mengajarkanku pada saat itu. Yah, namanya masih anak kecil, belajar pun asal-asalan. Baru aku ikut les piano kembali kelas 2 SD.
Kelas 2 SD, aku mengikuti kursus piano di Farabi. Alirannya klasik. Sedikit membosankan, sampai kelas 6 aku sedikit muak dan berniat meninggalkan musik saat itu juga. (waktu itu aku menangis dan mengumpat di bawah meja!). Kelas 6 SD aku bersama teman satu grup musik membawakan lagu saat perpisahan sekolah dari grup band Finch, berjudul Letters to You. Hahaha, keren sekali bukan? Pada hari yang sama, aku mendapat peringkat pertama UAS SD! (sombong sedikit tidak apalah, haha)
Aku mendapat mood boost kembali bermain musik pada kelas 2 SMP. Terimakasih kepada Mitra! Dia mengajarkanku tangga nada pentatonis, yang biasanya digunakan untuk bermain blues. Haha. Di tengah-tengah lagu kerap kali aku melakukan improvisasi dengan menggunakan tangga nada pentatonis dan itu terdengar enak sekali. Langsung aku ingin sekali handal dalam bermain piano beraliran jazz. Sebagai batu loncatan pertama, aku setahun belajar piano aliran pop. (pada saat itu, musik pop tenar di Indonesia) Karena sudah banyak bisa, aku belajar akselerasi dan melompati satu level hahaha. Aku bersama teman-temanku Mitra, Ichul, Nugi membentuk band bernama 1100. Mau tahu mengapa kami mengambil nama itu? Karena aku dan Mitra adalah orang kurus, sementara Nugi dan Ichul adalah orang gendut. Jadi 1100 = kurus kurus gendut gendut = Mitra Jodhi Ichul Nugi. Haha menggelikan.
Akhirnya pada kelas 1 SMA aku kursus piano beraliran jazz privat di rumah. Kembali pula aku membentuk band baru bersama teman-temanku di Al-Azhar Pusat 1, bersama Ragyl, Adri, Beta, dan dengan salah satu personil yang sama dengan band 1100, yaitu Nugi. Kami berlima membentuk band bernama Flowtastic membawakan lagu dengan menyentuh unsur jazzy. Pengalaman yang sangat mengesankan ketika kami mengikuti audisi band di pensi SMA Pembangunan Jaya, tosca. Kami diterima! hahaha.
Ternyata tahap-tahap belajar musik itu memang ada. Belajar klasik sebagai dasar, selanjutnya dapat dikembangkan ketika kita bermain pop, dan dapat dikembangkan pula ketika kita bermain dengan aliran jazz/blues.
Bukan berarti bahwa jika kita menguasai satu alat musik, maka kita hanya dapat memainkan alat musik itu saja. Segala alat musik pada dasarnya sama. Aku sendiri belajar drum, gitar, dan bass secara otodidak.
Marilah kita semua bermain musik! Jangan hanya kita dengar, tapi mari kita mainkan dengan tangan-tangan kita sendiri. Hasilnya kalian semua pasti akan bangga bermain musik. Inilah salah satu rekaman yang aku buat ketika aku menginjak kelas 3 SMP, lagu dari Genesis ketika solo, berjudul Firth of Fifth. Ayooo didengar!



Firth of Fifth - jodhi

0 komentar:

Posting Komentar