Peran CIA pada Keamanan Jaringan Komputer


Topik bahasan kali ini adalah CIA. CIA? Ya, namun bukan CIA yang sering kita kenal, yaitu Central Intelligence Agency. Yang akan kita bahas kali ini adalah konsep CIA yang kita pakai pada komputer, khususnya pada penggunaan evaluasi dari sekuriti sistem informasi. Memang, kedua CIA tersebut memiliki kesamaan yaitu untuk melindungi, tapi mari kita bahas lebih lanjut lagi mengenai makhluk baru ini.


Sebelum kita mengenal CIA, ada baiknya ita mengenal tentang information security terlebih dahulu. Keamanan informasi adalah seluruh prinsip-prinsip, standar-standar, dan mekanisme yang akan ditemui dengan tujuan fundamental ‘confidentiality’, ‘integrity’, dan ‘availability’ pada suatu informasi dan sumber pemroses informasi. Tidak lain adalah C-I-A triad atau triad sekuriti pada informasi, yang akan kita perdalam pada bahasan kali ini.



Seperti yang telah kita ketahui, bahwa CIA memiliki tiga fokus utama tujuan, yaitu confidentiality, integrity, dan availability. Setiap komponen dalam CIA ini sangat berperan penting dalam kesempurnaan keamanan sistem informasi.





Confidentiality
Pada konteks keamanan informasi, confidentiality memiliki arti bahwa sebuah informasi harus selalu dalam posisi yang tidak diketahui oleh masyarakat luas (rahasia) dan hanya orang-orang tertentu yang memiliki wewenang untuk mengakses informasi tersebut. Kita tahu bahwa informasi adalah sebuah kekuatan, dan di era informasi ini, akses menuju sebuah informasi menjadi lebih penting lagi. Akses tidak berwenang yang terjadi pada informasi yang rahasia (confidential) dapat memiliki konsekuensi yang sangat serius, tidak hanya pada aplikasi keamanan nasional, tapi juga berlaku pada industri/pabrik dan komersial.

Terdapat beberapa cara mekanisme proteksi ‘confidentiality’ untuk system informasi, antara lain adalah teknik kriptografi dan control akses. Maka ancaman-ancaman seperti malware, intruders, jaringan yang taka man, dan system administrasi yang lemah dapat diatasi.



Integrity
Integrity adalah kepercayaan, asal mula, kesempurnaan, dan kebenaran sebuah informasi sebagai bentuk pencegahan modifikasi pada suatu informasi yang tak berwenang atau yang tak pantas. Integrity yang dimaksud pada keamanan informasi tidak hanya pada informasi itu, namun juga integritas/kebenaran pada asal mula dimana informasi itu didapatkan.

Terdapat beberapa mekanisme proteksi pada ‘Integrity’, yang dibagi menjadi dalam 2 kelompok, yaitu mekanisme pencegahan, seperti control akses yang mencegah pemodifikasian informasi yang tak berwenang, selain itu ada teknik pendeteksian, dimana diadakan sebuah pendeteksian pemodifikasian informasi yang tak berwenan setelah mekanisme pencegahan gagal dilakukan. Ontrol yang menjaga ‘integrity’ termasuk prinsip antara lain privilege (hak), separation (pemisahan), dan rotation (perotasian) dalam pekerjaan.



Availability
Pada triad yang terakhir adalah  availability pada informasi, atau keberadaan informasi itu sendiri. Apa yang terjadi, ketika dua triad awal, yaitu C-I berjalan, namun orang yang berwenang tidak bisa mengakses dan menggunakannya? Maka itu pun akan menjadi percuma. Maka tidak ada yang perlu enkripsi dan control akses yang luar biasa ribet/kompleks apabila informasi yang dibuuhkan tidak bisa diakses oleh orang yang berwenang. Jadi, availability juga merupakan hal yang penting disamping confidentiality dan integrity.

Ancaman terhadap availability dikenal sebagai denial of service atau disingkat DoS. Musibah yang terjadi natural dan dibuat oleh manusia bisa mempengaruhi availabilitas. Maka, disaster recovery planning itu dibutuhkan untuk meminimalisir kehancuran/kehilangan data.



Referensi :

-http://it.med.miami.edu/x904.xml

-CertPrs8/Sun Certified Security Administrator for Solaris 9 & 10 Study Guide/Chirillo and Danielyan/225423-8/Chapter 1 (Fundamental Security Concept)
-http://www.youtube.com/watch?v=j8FT9WqmuDY

0 komentar:

Posting Komentar